tepLoG

November 17th, 2007 by irving

wiLkomen, Lampu TEPLOG.

Let me try …
it is hope …
HopefuLLy …

Hanif hari ini … (2 November 2007)

November 2nd, 2007 by irving

Dsc02272__2

on the Garuda Jakarta - Manado (1)

Dsc02285_

on d’Pineapple at Kotamobagu, Sulut.

Dsc02461_

in d’Argo Sindoro Train Semarang - Jakarta

Untitled_

at Mlati Palace

Dsc02320_

Nongkrong in Bentor at Matali, Kotamobagu.

Hari ini aku tepat 10 Bulan,
sudah satu dasabulan :p.

progress-ku … apa ya …
Getting UnControled, yes, itulah kata yg pantas aku sandang saat ini.
Lha gimana lagi, after 3 weeks in Indonesia, jalan2 keliling nusantara,
KL - Jakarta - Balikpapan - Manado - Kotamobagu - Manado - Balikpapan - Jogja - Semarang - Pekalongan - Jogja - Semarang - Jakarta - KL.
Udah gitu, daku selalu dikelilingi orang, ndak pernah sepi deh pokoknya.
Eh … balik2 ke Kampung halaman (desa tronoh), kok jadi sepi lagi … :(
Pokoknya jd susah deh, jatuh lah, cengeng lah, dll.

Noh, sebagian poto2ku selama TRIP.

Oh iya, gigi atasku sudah tumbuh lhoo,
jadi, kalo ngegigit, udah kaya ’stapler’ bentuknya.

C U next month … :)

antara .: Go Blogs :. dan PLANET INFORMATIKA

October 2nd, 2007 by irving

Untitled_1

ya, http://planet.informatika.web.id adalah blog baru (CMIIW) dari dosen-dosen Informatika UII.
Blog ini berisi kumpulan postingan blog tiap-tiap dosen.
Keren abis, salut buat ide+pembuat design-nya,
semoga mendapat balasan yg setimpal.

Hmm… jujur aja,
blog ini mengingatkan saya akan 2 tahun lalu,
masa awal saya mempunyai sebuah blog dengan nama ‘Go Blogs’.
Ketika itu blog ini dibawah Friendster  (skrg masih),
dan akses Friendster(FS) sangatlah dibatasi di kampus saya.
Ini jelas kurang ‘match’ dgn ‘passion’ saya utk nulis blog,
maklum pemula dan suka nulis apalagi nguneg-uneg.
Saya tidak menyalahkan si Admin,
karena emang wajar.
Lha gimana lg, akses FS sangatlah ‘memakan’ pitalebar.
Maka jadilah saya melakukan aksi ‘colong-mencolong’ kesempatan,
kesempatan utk ngisi blog dgn minta ijin si Admin.
Yg jelas, saat itu memang saya sering ‘curhat’ ttg CINTA. :)
Dan imbas dari batasan itu,
‘passion’ saya bisa terkurangi,
bahkan sampai titik jenuh.

Sampailah saya di desa Tronoh ini,
desa dimana akses internetnya murah utk 24 jam,
dan tentunya unlimited ,
saya memulai lagi aktivitas nge’blog’,
walo tidak dengan ‘passion’ yg seperti dulu,
ntah kemana ‘rasa’ itu pergi …
Mungkin karena mencoba memaksa adrenalin nge’blog’ saya utk naik lagi,
efeknya adalah tulisan saya,
banyak yg saya akui ‘kasar’ dan kurang ‘ahsan’.
Bahkan ada yg s4 ndatengin saya utk mempertanyakan tulisan kibod saya.
Mungkin juga ada yg nanggepin di blog si pembaca, mungkin …
Lagi-lagi, itu membuat ‘passion’ saya turun.

Dan skrg saya sdh memulai lagi aktiviti ‘blogging’ ini,
terutama sjk anak saya lahir,
sehingga saya ingin mem’blog’kan dia,
kalo bisa perbulan.
Termasuk juga apa2 yg saya dapatkan dari sekitar saya.

Back to Planet Informatika,
terima kasih sudah memasukkan Go Blogs sebagai kontributornya,
dan buat Informatika UII,
bismillah, saya siap ‘nguneg-uneg’ lagi dgn ‘ahsan’,
walo jelas isinya tidak se’high quality’ yg lain.
irving geetooo lohhhh….
semoga Planet Informatika tidak mengalami nasib seperti Go Blog,
yg pernah ‘vakum’ dan ‘quo vadis’. :P

Hanif hari ini … (2 Oktober 2007)

October 2nd, 2007 by irving

_imej_565

300407_1122

Skrg usiaku 9 bulan.
Wah dua bulan ndak laporan progress ni …
Ndak banyak peningkatan sih.
Kali ini lumayan,
- GiGiku sudah DUA, yg lain menyusul.
- Bisa tepuk tangan sendiri.
- Sudah belajar merangkak, tp lebih seneng merayap.
- Sudah belajar berdiri, tp ndak suka duduk.
- SUdah mulai belajar melempar sesuatu, termasuk botol sabun.

inshaALLAH hari ini tgl 3 aku mo pulang ke INDONESIAku,
Asal orang tuaku (kata abah).
Doakan ya utk keselamatan dan kesehatanku.
Terutama kesehatan, karena di usia 9 bulan ini,
katanya usia RAWAN penyakit.
Zat immune dari Ibu sudah berkurang di usia ini.
2 minggu lalu saya s4 kena virus, semacam campak,
tp ringan, semoga itu betulan campak,
supaya ndak kena lagi :p

Itu dulu yaa…
Mo Packing pampers dulu.

Hadist Dhaif Seputar Ramadhan

September 10th, 2007 by irving

dikutip dari
Kitab

Sifat Shaum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Fii Ramadhan

Oleh
Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaaly
Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid
Terbitan: Pustaka Al-Haura
Penerjemah: Abdurrahman Mubarak Ata

Diambil dari: www.almanhaj.or.id

Kami menilai perlunya
dibawakan pasal ini pada kitab kami, karena adanya sesuatu yang teramat penting
yang tidak diragukan lagi sebagai peringatan bagi manusia, dan sebagai
penegasan terhadap kebenaran, maka kami katakan :

Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menetapkan sunnah Nabi secara adil, (untuk)
memusnahkan penyimpangan orang-orang sesat dari sunnah, dan mematahkan ta’wilan
para pendusta dari sunnah dan menyingkap kepalsuan para pemalsu sunnah.

Sejak bertahun-tahun sunnah telah tercampur dengan hadits-hadits yang dhaif,
dusta, diada-adakan atau lainnya. Hal
ini telah diterangkan oleh para imam terdahulu dan ulama salaf dengan
penjelasan dan keterangan yang sempurna.

Orang yang melihat dunia para penulis dan para pemberi nasehat akan melihat
bahwa mereka -kecuali yang diberi rahmat oleh Allah- tidak memperdulikan
masalah yang mulia ini walau sedikit perhatianpun walaupun banyak sumber ilmu
yang memuat keterangan shahih dan menyingkap yang bathil.

Maksud kami bukan membahas dengan detail masalah ini, serta pengaruh yang akan
terjadi pada ilmu dan manusia, tapi akan kita cukupkan sebagian contoh yang
baru masuk dan masyhur di kalangan manusia dengan sangat masyhurnya, hingga
tidaklah engkau membaca makalah atau mendengar nasehat kecuali hadits-hadits
ini -sangat disesalkan- menduduki kedudukan tinggi. (Ini semua) sebagai
pengamalan hadits : "Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat …" [Riwayat
Bukhari 6/361], dan sabda beliau : "Agama itu nasehat" [Riwayat
Muslim no. 55]

Maka kami katakan wabillahi taufik :

Sesungguhnya hadits-hadits yang tersebar di masyarakat banyak sekali, hingga
mereka hampir tidak pernah menyebutkan hadits shahih -walau banyak-yang bisa
menghentikan mereka dari menyebut hadits dhaif.

Semoga Allah merahmati Al-Imam Abdullah bin Mubarak yang mengatakan :
"(Menyebutkan) hadits shahih itu menyibukkan (diri) dari yang
dhaifnya".

Jadikanlah Imam ini sebagai suri tauladan kita, jadikanlah ilmu shahih yang telah
tersaring sebagai jalan (hidup kita).

Dan (yang termasuk) dari hadits-hadits yang tersebar digunakan (sebagai dalil)
di kalangan manusia di bulan Ramadhan, diantaranya:

Pertama.

"Artinya : Kalaulah seandainya kaum muslimin tahu apa yang ada di dalam
Ramadhan, niscaya umatku akan berangan-angan agar satu tahun Ramadhan
seluruhnya. Sesungguhnya surga dihiasi untuk Ramadhan dari awal tahun kepada
tahun berikutnya …." Hingga akhir hadits ini.

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (no.886) dan Ibnul Jauzi di dalam
Kitabul Maudhuat (2/188-189) dan Abu Ya’la di dalam Musnad-nya sebagaimana pada
Al-Muthalibul ‘Aaliyah (Bab/A-B/tulisan tangan) dari jalan Jabir bin Burdah
dari Abu Mas’ud al-Ghifari.

Hadits ini maudhu’ (palsu), penyakitnya pada Jabir bin Ayyub, biografinya ada
pada Ibnu Hajar di dalam Lisanul Mizan (2/101) dan beliau berkata :
"Mashur dengan kelemahannya". Juga dinukilkan perkataan Abu Nua’im,
" Dia suka memalsukan hadits", dan dari Bukhari, berkata,
"Mungkarul hadits" dan dari An-Nasa’i, "Matruk"
(ditinggalkan) haditsnya".

Ibnul Jauzi menghukumi hadits ini sebagai hadits palsu, dan Ibnu Khuzaimah
berkata serta meriwayatkannya, "Jika haditsnya shahih, karena dalam hatiku
ada keraguan pada Jarir bin Ayyub Al-Bajali".

Kedua.

"Artinya : Wahai manusia, sungguh bulan yang agung telah datang (menaungi)
kalian, bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu
bulan, Allah menjadikan puasa (pada bulan itu) sebagai satu kewajiban dan
menjadikan shalat malamnya sebagai amalan sunnah. Barangsiapa yang mendekatkan
diri pada bulan tersebut dengan (mengharapkan) suatu kebaikan, maka sama
(nilainya) dengan menunaikan perkara yang wajib pada bulan yang lain …. Inilah
bulan yang awalnya adalah rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah
merupakan pembebasan dari api neraka …." sampai selesai.

Hadits ini juga panjang, kami cukupkan dengan membawakan perkataan ulama yang
paling masyhur. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (1887) dan
Al-Muhamili di dalam Amalinya (293) dan Al-Asbahani dalam At-Targhib (q/178,
b/tulisan tangan) dari jalan Ali bin Zaid Jad’an dari Sa’id bin Al-Musayyib
dari Salman.

Hadits ini sanadnya Dhaif, karena lemahnya Ali bin Zaid, berkata Ibnu Sa’ad, Di
dalamnya ada kelemahan dan jangan berhujjah dengannya, berkata Imam Ahmad bin
Hanbal: Tidak kuat, berkata Ibnu Ma’in: Dha’if, berkata Ibnu Abi Khaitsamah:
Lemah di segala penjuru, dan berkata Ibnu Khuzaimah: Jangan berhujjah dengan
hadits ini, karena jelek hafalannya. Demikian di dalam Tahdzibut Tahdzib
[7/322-323].

Dan Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkan hadits ini: jika benar
kabarnya. Berkata Ibnu Hajar di dalam Al-Athraf: Sumbernya pada Ali bin Zaid
bin Jad’an, dan dia lemah, sebagaimana hal ini dinukilkan oleh Imam As-Suyuthi
di dalam Jami’ul Jawami (no. 23714 -tertib urutannya).

Dan Ibnu Abi Hatim menukilkan dari bapaknya di dalam Illalul Hadits (I/249):
hadits yang Mungkar

Ketiga.

"Artinya : Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat"

Hadits tersebut merupakan potongan dari hadits riwayat Ibnu Adi di dalam
Al-Kamil (7/2521) dari jalan Nahsyal bin Sa’id, dari Ad-Dhahak dari Ibu Abbas. Nashsyal
(termasuk) yang ditinggal (karena) dia pendusta dan Ad-Dhahhak tidak mendengar
dari Ibnu Abbas.

Diriwayatkan oleh At-Thabrani di dalam Al-Ausath (1/q 69/Al-Majma’ul Bahrain)
dan Abu Nu’aim di dalam At-Thibun Nabawiy dari jalan Muhammad bin Sulaiman bin
Abi Dawud, dari Zuhair bin Muhammad, dari Suhail bin Abi Shalih dari Abu
Hurairah.

Dan sanad hadits ini lemah. Berkata Abu Bakar Al-Atsram, "Aku mendengar
Imam Ahmad -dan beliau menyebutkan riwayat orang-orang Syam dari Zuhair bin
Muhammad- berkata: "Mereka meriwayatkan darinya (Zuhair,-pent) beberapa
hadits mereka (orang-orang Syam, -pent) yang dhoif itu". Ibnu Abi Hatim
berkata : "Hafalannya jelek dan hadits dia dari Syam lebih mungkar
daripada haditsnya (yang berasal) dari Irak, karena jeleknya hafalan dia".
Al-Ajalaiy berkata : "Hadits ini tidak membuatku kagum", demikianlah
yang terdapat pada Tahdzibul Kamal (9/417).

Aku katakan : Dan Muhammad bin Sulaiman Syaami, biografinya (disebutkan) pada
Tarikh Damasqus (15/q 386-tulisan tangan) maka riwayatnya dari Zuhair
sebagaimana di naskhan oleh para Imam adalah mungkar, dan hadits ini darinya.

Keempat

"Artinya : Barangsiapa yang berbuka puasa satu hari pada bulan Ramadhan
tanpa ada sebab dan tidak pula karena sakit maka puasa satu tahun pun tidak
akan dapat mencukupinya walaupun ia berpuasa pada satu tahun penuh"
Hadits ini diriwayatkan Bukhari dengan mu’allaq dalam shahih-nya (4/160-Fathul
Bari) tanpa sanad.

Ibnu Khuzaimah telah memalukan hadits tersebut di dalam Shahih-nya (19870),
At-Tirmidzi (723), Abu Dawud (2397), Ibnu Majah (1672) dan Nasa’i di dalam
Al-Kubra sebagaimana pada Tuhfatul Asyraaf (10/373), Baihaqi (4/228) dan Ibnu
Hajjar dalam Taghliqut Ta’liq (3/170) dari jalan Abil Muthawwas dari bapaknya
dari Abu Hurairah.

Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari (4/161) : "Dalam hadits ini ada
perselisihan tentang Hubaib bin Abi Tsabit dengan perselisihan yang banyak,
hingga kesimpulannya ada tiga penyakit : idhthirah (goncang), tidak diketahui
keadaan Abil Muthawwas dan diragukan pendengaran bapak beliau dari Abu
Hurairah".

Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkannya : Jika khabarnya shahih, karena
aku tidak mengenal Abil Muthawwas dan tidak pula bapaknya, hingga hadits ini
dhaif juga.

Wa ba’du : Inilah empat hadits yang didhaifkan oleh para ulama dan dilemahkan
oleh para Imam, namun walaupun demikian kita (sering) mendengar dan membacanya
pada hari-hari di bulan Ramadhan yang diberkahi khususnya dan selain pada bulan
itu pada umumnya.

Tidak menutup kemungkinan bahwa sebagian hadits-hadits ini memiliki makna-makna
yang benar, yang sesuai dengan syari’at kita yang lurus baik dari Al-Qur’an
maupun Sunnah, akan tetapi (hadits-hadits ini) sendiri tidak boleh kita
sandarkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan terlebih lagi
-segala puji hanya bagi Allah- umat ini telah Allah khususkan dengan sanad
dibandingkan dengan umat-umat yang lain. Dengan sanad dapat diketahui mana
hadits yang dapat diterima dan mana yang harus ditolak, membedakan yang shahih
dari yang jelek. Ilmu sanad adalah ilmu yang paling rumit, telah benar dan baik
orang yang menamainya : "Ucapan yang dinukil dan neraca pembenaran
khabar".

waLLahu ‘alam

Jangan Berbuka Puasa Dengan Yang Manis

August 27th, 2007 by irving

(dari blog kawan)

Oleh Herry Mardian

SEBENTAR lagi Ramadhan. Di bulan puasa itu, sering kita dengar kalimat
‘Berbuka puasalah dengan makanan atau minuman yang manis,’ katanya.
Konon, itu dicontohkan Rasulullah saw. Benarkah demikian?

Dari Anas bin Malik ia berkata : "Adalah Rasulullah berbuka dengan
Rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat, jika tidak terdapat Rutab,
maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering),
maka jika tidak ada kurma kering beliau meneguk air.
(Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud)

Nabi Muhammad Saw berkata : "Apabila berbuka salah satu kamu,
maka hendaklah berbuka dengan kurma. Andaikan kamu tidak memperolehnya,
maka berbukalah dengan air, maka sesungguhnya air itu suci."

Nah. Rasulullah berbuka dengan kurma. Kalau tidak mendapat kurma,
beliau berbuka puasa dengan air.
Samakah kurma dengan ‘yang manis-manis’? Tidak.
Kurma, adalah karbohidrat kompleks (complex carbohydrate).
Sebaliknya, gula yang terdapat dalam makanan atau
minuman yang manis-manis yang biasa kita konsumsi sebagai
makanan berbuka puasa, adalah karbohidrat sederhana (simple carbohydrate).

Darimana asalnya sebuah kebiasaan berbuka dengan yang manis? Tidak jelas.
Malah berkembang jadi waham umum di masyarakat,
seakan-akan berbuka puasa dengan makanan atau minuman yang manis
adalah ’sunnah Nabi’. Sebenarnya tidak demikian. Bahkan sebenarnya berbuka
puasa dengan makanan manis-manis yang penuh dengan
gula (karbohidrat sederhana) justru merusak kesehatan.

Dari dulu saya tergelitik tentang hal ini, bahwa berbuka puasa ‘disunnahkan’
minum atau makan yang manis-manis. Sependek ingatan saya, Rasulullah
mencontohkan buka puasa dengan kurma atau air putih, bukan yang manis-manis.

Kurma, dalam kondisi asli, justru tidak terlalu manis.
Kurma segar merupakan buah yang bernutrisi sangat tinggi tapi berkalori rendah,
sehingga tidak menggemukkan (data di sini dan di sini).
Tapi kurma yang didatangkan ke Indonesia dalam kemasan-kemasan di
bulan Ramadhan sudah berupa ‘manisan kurma’, bukan lagi kurma segar.
Manisan kurma ini justru ditambah kandungan gula yang berlipat-lipat kadarnya
agar awet dalam perjalanan ekspornya.
Sangat jarang kita menemukan kurma impor yang masih asli dan
belum berupa manisan. Kalaupun ada, sangat mungkin harganya
menjadi sangat mahal.

Kenapa berbuka puasa dengan yang manis justru merusak kesehatan?

Ketika berpuasa, kadar gula darah kita menurun. Kurma, sebagaimana
yang dicontohkan Rasulullah, adalah karbohidrat kompleks,
bukan gula (karbohidrat sederhana). Karbohidrat kompleks, untuk menjadi glikogen,
perlu diproses sehingga makan waktu.
Sebaliknya, kalau makan yang manis-manis, kadar gula darah akan melonjak naik,
langsung. Bum. Sangat tidak sehat. Kalau karbohidrat kompleks seperti kurma asli,
naiknya pelan-pelan.

Mari kita bicara ‘indeks glikemik’ (glycemic index/GI) saja.
Glycemic Index (GI) adalah laju perubahan makanan diubah menjadi gula dalam tubuh.
Makin tinggi glikemik indeks dalam makanan, makin cepat makanan itu dirubah
menjadi gula, dengan demikian tubuh makin cepat pula menghasilkan respons insulin.

Para praktisi fitness atau pengambil gaya hidup sehat, akan sangat menghindari
makanan yang memiliki indeks glikemik yang tinggi. Sebisa mungkin mereka akan
makan makanan yang indeks glikemiknya rendah. Kenapa?
Karena makin tinggi respons insulin tubuh, maka tubuh makin menimbun lemak.
Penimbunan lemak tubuh adalah yang paling dihindari mereka.

Nah, kalau habis perut kosong seharian, lalu langsung dibanjiri dengan gula
(makanan yang sangat-sangat tinggi indeks glikemiknya),
sehingga respon insulin dalam tubuh langsung melonjak. Dengan demikian,
tubuh akan sangat cepat merespon untuk menimbun lemak.

Saya pernah bertanya tentang hal ini kepada seorang sufi yang diberi Allah
‘ilm tentang urusan kesehatan jasad manusia. Kata Beliau, bila berbuka puasa,
jangan makan apa-apa dulu. Minum air putih segelas, lalu sholat maghrib.
Setelah shalat, makan nasi seperti biasa. Jangan pernah makan yang manis-manis,
karena merusak badan dan bikin penyakit. Itu jawaban beliau. Kenapa bukan kurma?
Sebab kemungkinan besar, kurma yang ada di Indonesia adalah ‘manisan kurma’,
bukan kurma asli. Manisan kurma kandungan gulanya sudah jauh berlipat-lipat banyaknya.

Kenapa nasi? Lha, nasi adalah karbohidrat kompleks. Perlu waktu untuk diproses dalam tubuh,
sehingga respon insulin dalam tubuh juga tidak melonjak. Karena respon insulin tidak tinggi,
maka kecenderungan tubuh untuk menabung lemak juga rendah.

Inilah sebabnya, banyak sekali orang di bulan puasa yang justru lemaknya bertambah
di daerah-daerah penimbunan lemak: perut, pinggang, bokong, paha, belakang lengan,
pipi, dan sebagainya. Itu karena langsung membanjiri tubuh dengan insulin,
melalui makan yang manis-manis, sehingga tubuh menimbun lemak,
padahal otot sedang mengecil karena puasa.

Pantas saja kalau badan kita di bulan Ramadhan malah makin terlihat seperti ‘buah pir’,
penuh lemak di daerah pinggang. Karena waham umum masyarakat
yang mengira bahwa berbuka dengan yang manis-manis adalah ’sunnah’,
maka puasa bukannya malah menyehatkan kita. Banyak orang di bulan puasa justru menjadi
lemas, mengantuk, atau justru tambah gemuk karena kebanyakan gula.
Karena salah memahami hadits di atas, maka efeknya ‘rajin puasa = rajin berbuka dengan gula.’

Ingin ‘Kurus’.

Melenceng dikit dari topik blog ya. Dikit aja.
Itung-itung bonus.

Untuk sahabat-sahabat yang ingin kurus: jangan diet (dalam pengertian mengurangi frekuensi makan).
Diet justru menambah kecenderungan tubuh untuk menabung
lemak karena ‘dilaparkan’. Ketika diet memang makanan tidak masuk,  tapi begitu makanan masuk,
kecenderungan tubuh untuk menimbun lemak dari makanan justru lebih besar.

Rahasia kurus sebenarnya adalah menjaga agar respon insulin dalam tubuh stabil,
tidak melonjak-lonjak. Caranya, hanya makan makanan yang memberi respon
insulin rendah, yaitu yang indeks glikemiknya rendah.

Respon insulin tubuh meningkat bila:

(1) Makin tinggi jumlah karbohidrat yang dimakan dalam satu porsi,
makin tinggi pula respon insulin tubuh (ini umumnya porsi kita di Indonesia:
lebih dari 70 persen dari satu porsi makannya adalah nasi).

Makanya, makanlah dengan karbohidrat cukup lima puluh persennya saja.
Sisanya protein, dan 5-10 persennya lemak.
Lemak ini cukup dari lemak yang terkandung dalam daging yang kita makan, misalnya.
Atau kuning telur. Tidak perlu menambah minyak atau memakan lemak hewan
(yang justru buruk pengaruhnya bagi tubuh).
Lemak (sedikit!) masih diperlukan untuk mengolah beberapa nutrisi dan vitamin,
dan untuk membawa nutrisi ke seluruh tubuh.

(2) Semakin tinggi GI (Glycemic Index) karbohidrat yang dikonsumsi,
semakin meningkat pula respon insulin tubuh. Makanya,
makan hanya makanan yang GI-nya rendah. Nanti saya jelaskan di bawah.

(3) Semakin jarang makan, semakin meningkat respon insulin setiap kali makan.

Ini sebabnya diet (dalam pengertian: mengurangi frekuensi makan supaya kurus)
tidak akan pernah berhasil untuk jangka lama. Setelah diet selesai,
tubuh justru akan cenderung lebih gemuk dari sebelum diet.
Supaya kurus (baca: supaya respon insulin tidak melonjak) justru harus
makan lebih sering (4-5 kali sehari) tapi dengan porsi setengah
atau sepertiga porsi biasa, dengan karbohidrat maksimal 50 persen saja setiap porsi.

Kalau respon insulin tubuh sudah stabil, maka tinggal diatur:
kalau ingin kurus, kalori yang masuk harus lebih sedikit dari kalori makanan yang dibutuhkan
untuk aktivitas sehari hari. Tambah dengan olahraga teratur untuk
membakar lemak berlebih dalam tubuh, dan memperbesar otot.
Otot membutuhkan energi, maka makin terlatih otot,
ia akan makin mengkonsumsi lemak dalam tubuh kita untuk energi.

Sebaliknya kalau ingin memperbesar otot (bukan gemuk) atau mengencangkan badan,
maka kalori yang masuk harus agak lebih banyak dari jumlah kalori yang akan kita
pakai untuk aktivitas selama sehari, agar otot mengalami pertumbuhan.
Otot sendiri dirangsang pertumbuhannya dan ‘kekencangannya’ dengan olahraga teratur.
Perbanyak protein agar pertumbuhan otot optimal. Karbohidrat cukup diposisikan sebagai bahan
pemberi energi, bukan untuk mengenyangkan perut.

Lucu ya: kalau ingin kurus atau memperbaiki bentuk badan, termasuk menumbuhkan otot,
justru harus makan lebih sering dengan porsi kecil. Makan yang mengandung lemak,
goreng-gorengan, kanji, atau karbohidrat sederhana seperti gula, manisan, minuman ringan bersoda
dan sebangsanya itu sudah out of the question.
Kalau kita jarang makan, atau makan tidak teratur dan sekalinya makan ‘balas dendam habis-habisan’,
ya justru respon insulin kita juga melonjak dan membuat tubuh jadi menimbun lemak.

Sekali lagi, baik ketika berbuka puasa atau dalam makanan keseharian,
makanlah makanan yang seimbang: 50 persen karbohidrat kompleks, 40-45 persen protein dan
5-10 persen lemak dalam setiap porsinya. Jauhilah karbohidrat sederhana sebisa mungkin.
Kalaupun harus makan karbohidrat sederhana karena butuh energi cepat
carilah yang nilai indeks glikemiknya rendah.

Karbohidrat kompleks membutuhkan waktu untuk diubah tubuh menjadi energi.
Dengan demikian, makanan diproses pelan-pelan dan tenaga diperoleh sedikit demi sedikit.
Dengan demikian, kita tidak cepat lapar dan energi tersedia dalam waktu lama,
cukup untuk aktivitas sehari penuh. Sebaliknya, karbohidrat sederhana menyediakan
energi sangat cepat, tapi akan cepat sekali habis sehingga kita mudah lemas. Maka,
ketika makan sahur, jangan makan yang banyak mengandung gula,
karena kita akan cepat lemas. Makanlah karbohidrat kompleks (protein jangan dilupakan!)
sehingga kita tetap berenergi sampai waktu berbuka.

Karbohidrat sederhana, GI tinggi (energi sangat cepat habis, respon insulin tinggi:
merangsang penimbunan lemak) adalah: sukrosa (gula-gulaan), makanan
manis-manis, manisan, minuman ringan, jagung manis, sirop, atau
apapun makanan dan minuman yang mengandung banyak gula. Hindari, puasa atau tidak puasa.

Karbohidrat sederhana, GI rendah (energi cepat, respon insulin rendah):
buah-buahan yang tidak terlalu manis seperti pisang, apel, pir, dan sebagainya.
Sekarang ngerti kan, kenapa para pemain tenis dunia, pemain bola, pemain basket
atau pelari sering terlihat ‘ngemil pisang’ di pinggir lapangan?
Karena mereka butuh energi cepat, tapi nggak ingin badannya gembul berlemak.

Karbohidrat Kompleks, GI tinggi (energi pelan-pelan, tapi respon insulinnya tinggi):
Nasi putih, kentang, jagung.

Karbohidrat Kompleks, GI rendah (energi dilepas pelan-pelan sehingga tahan lama,
respon insulin juga rendah): Gandum, beras merah, umbi-umbian, sayuran.
Ini yang paling dicari para praktisi fitness.

Makanan yang diproses pelan-pelan (karbohidrat kompleks) akan membuat
kita tidak cepat lapar dan energi dihabiskan cukup untuk aktivitas satu hari penuh;
respon insulin rendah membuat tubuh kita tidak cenderung untuk menabung lemak.

Kalau saya pribadi, sahur cukup dengan oatmeal gandum (ditambah gula sedikiiiiiit),
atau roti coklat gandum, dua atau tiga butir telur rebus (kuningnya saya hancurkan
dan ditebarkan di rumput untuk makanan semut-semut di halaman rumah),
sayuran segar, dan air putih. Ini sudah cukup untuk membuat tenaga saya tidak habis
sampai buka puasa karena energi dari karbohidrat kompleksnya (gandum)
akan dilepas pelan-pelan ke dalam tubuh sepanjang hari.
Ketika berbuka, sesuai anjuran Rasulullah dan sufi tadi, saya biasanya minum segelas air,
lalu shalat maghrib. Setelah shalat makan nasi seperti biasa, sebisa mungkin dengan porsi
karbohidrat-protein-lemak-air proporsional. Dan tentu tidak untuk ‘balas dendam’
karena puasa seharian. Ini justru saat yang penting untuk melatih melawan
keinginan hawa nafsu ‘makan sekenyang-kenyangnya’. Belajar sabar.

Waham Umum

Oke, kembali ke topik. Nah, saya kira, "berbukalah dengan yang manis-manis" itu
adalah kesimpulan yang terlalu tergesa-gesa atas hadits tentang berbuka diatas.
Karena kurma rasanya manis, maka muncul anggapan bahwa (disunahkan)
berbuka harus dengan yang manis-manis. Pada akhirnya kesimpulan ini menjadi
waham dan memunculkan budaya berbuka puasa yang keliru di tengah masyarakat.
Yang jelas, ‘berbukalah dengan yang manis’ itu disosialisasikan oleh slogan
advertising banyak sekali perusahaan makanan di bulan suci Ramadhan.

Namun demikian, sekiranya ada di antara para sahabat yang menemukan hadits yang jelas
bahwa Rasulullah memang memerintahkan berbuka dengan yang manis-manis,
mohon ditulis di komentar di bawah, ya.
Saya, mungkin juga para sahabat yang lain, ingin sekali tahu.

Semoga tidak termakan waham umum ‘berbukalah dengan yang manis’.
Atau lebih baik lagi, jangan mudah termakan waham umum tentang agama.
Periksa dulu kebenarannya.

Kalau ingin sehat, ikuti saja kata Rasulullah: "Makanlah hanya ketika lapar,
dan berhentilah makan sebelum kenyang." Juga, isi sepertiga perut dengan makanan,
sepertiga lagi air, dan sepertiga sisanya biarkan kosong.

"Kita (Kaum Muslimin) adalah suatu kaum yang bila telah merasa lapar barulah makan,
dan apabila makan tidak hingga kenyang," kata Rasulullah.

"Tidak ada satu wadah pun yang diisi oleh Bani Adam, lebih buruk daripada perutnya.
Cukuplah baginya beberapa suap untuk memperkokoh tulang belakangnya agar dapat tegak.
Apabila tidak dapat dihindari, cukuplah sepertiga untuk makanannya,
sepertiga lagi untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya."
(HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya yang bersumber dari Miqdam bin Ma’di Kasib)

Semoga bermanfaat..

Wassalaamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Herry Mardian, Yayasan Paramartha (juga menggemari body building)

Nasihat Perkawinan

August 24th, 2007 by irving

dari MyQuran

1. KETIKA AKAN MENIKAH
Janganlah mencari isteri,
tp carilah ibu bg anak-anak kita
Janganlah mencari suami,
tp carilah ayah bg anak-anak kita.

2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis,
tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis.

3. KETIKA AKAD NIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu,
tetapi menikah di hadapan Allah

4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN
Catat dan hitung semua tamu
yang datang untuk mendoakan anda,
karena anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua
dan meminta maaf apabila anda berfikir untuk
BERCERAI karena menyia-nyiakan do’a mereka.

5. SEJAK MALAM PERTAMA
Bersyukur dan bersabarlah.
Anda adalah sepasang anak manusia
dan bukan sepasang malaikat.

6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui
tidak melalui jalan bertabur bunga,
tp jg semak belukar yg penuh onak dan duri.

7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
Jangan saling berlepas tangan,
tapi sebaliknya justru semakin
erat berpegang tangan

8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.
Cintailah isteri atau suami anda 100%

9. KETIKA TELAH MEMIKI ANAK.
Jangan bagi cinta anda
kepada (suami) isteri dan anak anda,
tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan
cintai anak-anak anda masing-masing 100%.

10.KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK.
Yakinlah bahwa pintu rizki
akan terbuka lebar berbanding lurus
dengan tingkat ketaatan suami dan isteri

11.KETIKA EKONOMI MEMBAIK
Jangan lupa akan jasa pasangan hidup
yang setia mendampingi kita semasa menderita

12.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja-manja kepada isteri
tetapi jangan lupa
untuk bangkit secara bertanggung jawab
apabila isteri membutuhkan pertolongan Anda.

13.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah berjalan
dengan gemulai dan lemah lembut,
tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.

14.KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahwa
orang tua yang baik adalah
orang tua yang tidak pernah marah kepada anak,
karena orang tua yang baik adalah
orang tua yang jujur kepada anak ..

15.KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa
tidak ada seorang anakpun yang
tidak mau bekerjasama dengan orangtua,
yang ada adalah
anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

16.KETIKA ADA PIL.
Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.

17.KETIKA ADA WIL
Jangan dituruti,
cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.

18.KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA
Pilihlah potret keluarga sekolah
yang berada dalam proses pertumbuhan
menuju potret keluarga bahagia.

19.KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS
Gunakanlah formula 7 K
1 Ketaqwaan
2 Kasih sayang
3 Kesetiaan
4 Komunikasi dialogis
5 Keterbukaan
6 Kejujuran
7 Kesabaran

Semoga…… Senyum manis

Isyhadu Ana Muslimin

August 23rd, 2007 by irving

dari MyQuran

Aku ingin ber-Islam sesuai pemahaman salafush shalih,
Tapi jika aku tak pernah ikut ta’lim di ustadz-ustadz kalian, apakah aku juga bisa disebut sebagai salafi?

Aku ingin agar Islam ini tegak diseluruh aspek dengan syumuliyatul Islam-nya,
Tapi jika aku tak pernah ikut halaqah-halaqah kalian, apakah aku juga bisa disebut sebagai ikhwanul muslimin?

Aku ingin agar khilafah Islam berdiri tegak beserta syariatnya,
Tapi jika aku tak pernah ikut aksi-aksi kampanye kalian, apakah aku juga bisa disebut sebagai Hizbut Tahrir?

Aku ingin memakmurkan masjid dan akupun berdakwah agar orang-orang memakmurkan masjid,
Tapi jika aku tak pernah ikut khuruj bersama kalian, apakah aku juga bisa disebut sebagai Jamaah Tabligh?
—————

Aku bertanya, apakah aku pun harus ikut menjadi bagian dari mereka agar mendapat Ridha-Nya?
Kenapa pula aku harus minta disebut sebagai salafi, ikhwani, hizbut tahriri, atau tablighi?
Tidak
bisakah aku menjadi seseorang yang Ber-Islam dengan Al Quran dan As
Sunnah sesuai pemahaman salafush shalih tanpa perlu mempermasalahkan
akan dipanggil apa aku oleh kalian?
Apalagi hantam sana-sini
katakan itu bid’ah, haram, tidak thaifah manshurah, masuk firqatun
dlalalah, padahal itu masalah-masalah furu’, khilafiyah, bahkan ada
pula yang fitnah!

Tapi kemudian aku tahu,
Surga bukan
milik satu jamaah, Bukan ustadzmu, bukan pula kau yang menentukan siapa
yang berhak masuk Surga. Karena aku tahu, bahwa seorang pelacur-pun
bisa masuk surga karena ia memberi minum anjing yang kehausan.
Ketahuilah
bahwa satu pintu surga itu panjangnya lebih dari satu negara, alangkah
naifnya jika hanya jamaah-mu saja yang berhak masuk? Betapa sedikitnya?

Ya ayyuhal ikhwah, apakah kalian sudah memiliki kunci surga
sehingga kalian mengatakan diri kalian, jamaah kalian, atau
ustadz-ustadz kalian adalah orang yang suci lagi ma’shum?
Ketahuilah bahwa Umar pun ditegur rakyatnya terang-terangan!
Ketahuilah bahwa Umar pun juga bisa melakukan kesalahan, meski ia telah dijamin Surga!!
Ketahuilah bahwa Umar pun sering menangis karena ia takut pada neraka!

Aku
katakan kepadamu… Jenggot-jenggot itu, celana sebetis itu, jilbab
super besar itu, cadar itu, atau bahkan sebuah baju gamis-mu itu, itu
bukan jaminan bahwa kau mendapat Ridha-nya! Lantas atas dasar apa kau
berjalan dengan sombong dimuka bumi seolah-olah kau adalah manusia
suci?

Ah, maafkan aku, mungkin aku terlalu keras padamu,
mungkin aku menghinamu, atau pula membuatmu marah dan tersinggung.
Mungkin kau sudah panas dan mengatakan aku orang yang bodoh, ahlul
bid’ah, fanatik, atau bahkan sesat. Ah terserah katamu saja, Maafkan
aku, aku hanya ingin mengatakan beberapa hal untukmu.

Karena
aku tahu, bahwa Islam bukan rahmatan lil salafiyyin, rahmatan lil
ikhwanul Muslimin, rahmatan lil HTI, atau rahmatan lil tablighi..
Bukan rahmatan lil ikhwani atau rahmatan lil akhwati!
Juga bukan rahmatan lil andonesy, lil araby, atau lil filistinin,
BUKAN…!!
Tapi karena aku tahu, bahwa Islam adalah rahmatan lil ’Alamin.

Kau mungkin berkata, ”Isyhadu ana salafi”,
Atau berkata,”Isyhadu ana ikhwani”
Atau ”Isyhadu ana HTI”
Atau mungkin,”Isyhadu ana tablighi”

Tidak,
semata-mata tidak! Tak ingin aku berkata seperti itu!!! Tak ada secuil
kebanggaan-pun didalam diriku untuk mengatakan ”hal bodoh” seperti itu!

Tapi dengarkanlah, aku akan dengan bangga mengatakan, ”Isyhadu Ana Muslimin” - Saksikan bahwa aku seorang Muslim.

Haadza sabiluna,
kalau kamu?

Hanif hari ini … (6 ogos 2007)

August 6th, 2007 by irving

_imej_532Telatz lagi ni …
Hanif dah 7/Pitu/Seven Bulan/Months/Sasi.

Dia … dah belajar berdiri, padahal duduk aja belum.
Dia … makan banyak booooooooooo.

Giginya sudah tumbuh.

Suka nendang2 pintu.

Hanif hari ini … (03 Juli 2007)

July 2nd, 2007 by irving

_imej_513
Hallo baby,
What’s up?!

Ada peningkatan ni:

  1. Sudah bisa maju dan mundur walo dgn merayap.
  2. Kemaren ke Taiping Zoo lhoooo.
  3. Belajar makan pisang.
  4. Sudah guling2 kalo tidur, dari sabang sampe meroke.
  5. Belajar pipis di Tandas, tp malah maen air.
  6. Kalo mandi di ember, suka banget maenan air + sabun.
  7. kalo nangis, skrg kerazzzzzzzz bgt, maut deh.
  8. Bisa ganti channel Tipi pake remot.
  9. Semua2 di tes pake mulut.
  10. Maunya jalan2, apalagi tiap sore, kalo gak, ngambek.

Itu dulu yaaaa …. doakan ya, sudah 6 bulan ni …