Archive for December, 2005

Love Theory by Jalaluddin ar-Rumi

Tuesday, December 27th, 2005

Takkan pernah ada kekasih yang tak dicari oleh kekasihnya.
Jika kilat cinta telah menyambar satu hati, maka ketahuilah bahwa ada cinta di hati yang lain.
Jika cinta ALLAH telah tumbuh dihatimu, tak diragukan lagi ALLAH pasti menaruh cinta kepadamu.
Tak ada suara tepuk tangan yang lahir dari satu tangan.
Kebijaksanaan iLahi adalah takdir dan suratan nasib yang membuat kita saling mencintai satu sama lain.
Karena takdir itulah, setiap bagian dari dunia ini bertemu dengan pasangannya.
Dalam pandangan orang-orang bijak, langit adalah laki-laki dan bumi ada perempuan; bumi memupuk apa yang telah dijatuhkan oleh langit.
Jika bumi kekurangan panas, maka langit mengirimkan panas kepadanya; jika bumi kehilangan kesegaran dan kelembaban, langit segera memulihkannya.
Langit memayungi bumi, layaknya seorang suami yang menafkahi istrinya.
Dan bumipun sibuk dengan urusan rumah tangga; ia melahirkan dan menyusui segala yang telah ia lahirkan.
Tak ubahnya Bumi dan Langit dikaruniai kecerdasan, karena mereka melaksanakan pekerjaan makhluk yang memiliki kecerdasan.
Andaikata pasangan ini tidak mengecap kenikmatan, mengapa mereka bersanding seperti sepasang kekasih ?
Tanpa Bumi, akankah pohon dan bunga bisa berkembang ? Sementara tanpa Langit, akankah air dan panas bisa tersediakan ?
Sebagaimana ALLAH memberikan hasrat pada laki-laki dan perempuan sehingga dunia menjadi terpelihara oleh kesatuan mereka.
ALLAH juga menanamkan ke semua eksistensi, hasrat untuk mencari belahannya.
Siang dan malam nampak bermusuhan; namun keduanya mengabdi pada satu tujuan.
Masing-masing saling mencintai untuk menyempurnakan karya besar mereka.
Tanpa malam, alam manusia tidak akan punya penghasilan, sehingga tidak ada yang akan dibelanjakan di waktu siang.

… from Mars ‘n Venus in LOVE

Saturday, December 3rd, 2005

Menghargai tindakannya sama seperti menggunakan ramuan cinta ajaib;ia langsung

terlihat lega dan tenang (12)
Meski kami berbeda, cara dia sama validnya dengan caraku; aku tidak perlu

diperbaiki dan demikian juga dia (16)
Memberinya izin untuk memperhatikan dirinya sendiri juga memberiku izin untuk

memperhatikan diriku sendiri (35)
Komitmen telah membantu kami untuk berdamai dengan perbedaan kami (44)
Aku perlahan-lahan belajar menerima bahwa dia harus sendirian saat mengisi

baterainya, sementara aku tidak suka berasa sendirian selama lebih dari satu jam

(45)
Aku membutuhkan semacam pengalih perhatian untuk membantuku melepaskan tekanan

pekerjaan (51)
Ketika seorang wanita merasa tidak enak, pria ingin memadamkan api yang membakar

perasaannya dengan memberikan solusi (57)
Aku tidak mau seorang pria terpaksa mendengarkanku (62)
Tidak apa-apa jika kita berbeda pendapat. Aku hanya perlu kamu mendengarkan dan

memahami sudut pandangku (65)
Aku mendengarkan karena aku mencintaimu (71)
Kegigihanku yang lembut adalah apa yang dibutuhkannya untuk membantunya melepaskan

penolakannya (73)
Aku mendorongnya untuk memberitahuku apa yang sedang dipikirkannya. Jika dia tidak

mau bicara, maka aku tidak mendesaknya (86)
"jarak membuat hati semakin dekat" dengan tepat menggambarkan kemampuan seorang

pria untuk mencintai (89)
Kami perlu menjadi bahagia dan sehat dalam hubungan kami untuk menjadi orang tua

yang baik (105)
Mengetahui bahwa dia peduli telah membangkitkan rasa nyaman yang sangat besar

dalam diriku (129)
Dengan belajar memaafkan kesalahan kecil, para pasangan bisa memaafkan kesalahan

besar (171)
Sebuah permintaan maaf merupakan sebuah pernyataan bertanggung jawab tak bersyarat

atas kesalahan Anda, dan sebuah komitmen untuk memperbaikinya (173)
Dalam hubungan yang lebih sehat, tidak terlalu jelas siapa yang bersalah (175)
Tantangan terbesar seorang pria adalah bertanggung jawab atas kontribusinya pada

sebuah masalah (177)
Dengan berhasil melewati sebuah ujian, mereka telah menyentuh dan merasakan cinta

sejati, yang kekal dan abadi (180)
Menurutku Tuhan menyatukan dua pemabuk agar mereka sadar (202)