Words of ‘Pemangsa Cinta’.

February 4th, 2007 by irving

Taken from some Mailist …

pemangsa : "kamu punya obeng?"
mangsa : "nggak punya"
pemangsa : "tapi punya nomor HP kan?? boleh minta ga?"

pemangsa : "Kamu dari JAMAICA ya?"
mangsa : "nggak kok"
pemangsa : "but JA MAIKING me crazy"

pemangsa (dengan muka penuh kesedihan, tarik nafas dalam2…):
If I have the letters "HRT", I can add "EA" to get "HEART" or "U" to get "HURT",
but I’d rather choose "U" and get "HURT" than to have "HEART" without "U"

Lo tatap dia dengan penuh perasaan, trus ketika dia nanya..
"Lo kenapa sih?"
Lo tanya ke dia..
"Sakit ga sih?"
cewe: Sakit kenapa?
Lo: Bidadari kaya lo, jatuh dr langit.. Sakit ga sih?

Cowo: Mbak-mbak, maaf ya…
Cewe: Knapa?
Cowo: Minta tolong sebentar jangan bergerak…
Cewe: ?? Emang knapa mas? (Bingung karna ga kenal ama si cowo)
Cowo: Saya perlu bukti, jadi saya foto sebentar pake Handphone saya ya..
(cklik!! sambil ambil foto pake HP)
Cewe: ????? (tambah bingung) Bukti buat apa ya???
Cowo: Ngga….. Kmaren temen saya bilang ga ada tuh yang namanya "Cewek
secantik bidadari". Dengan foto ini saya mau tunjukin kalo dia salah….
Cewe: ???????? Oya? (Mukanya merah…..) Nama mas siapa?

cowo: Say kamu kaya sendok!
cewe: hah?
cowo: Iya,Soalnya kamu ngaduk-ngaduk hati ku!

me :say 4 huruf buat kamu
say : apa?
me: L-O-V-E

ngeliatin dia…
pas dia mulai protes…
sambil garuk2 kpala bilang "arghhh km kok cantik bgt sih…."

co: say…minta kopi donk
ce: bentar ya dibikinin yg hangat ya
co: ok deh…jgn manis2x ya aku suka kopi pahit
ce: syip deh…tunggu bentar
co: jgn di cicipin say…nanti kopinya jadi manis

" If i could rearrange the alphabet,
i would put u and i together"

"I saw a flower this morning,
i thought it was the most beautiful thing i ever seen, until i gaze upon you"

"Your father must have been a thief,
because he stoled two stars in the sky and put it in your eyes"

Am I dead, Angel? Cause this must be heaven!

Do you have a map? I just keep on getting lost in your eyes.

I didn’t know that angels could fly so low!

If you were a tear in my eye I would not cry for fear of losing you.

Is there an airport nearby or is that just my heart taking off?

Where have you been all of my life?

Would you touch me so I can tell my friends I’ve been touched by an angel?

"Pinch me." "Why?" "You’re so fine I must be dreaming."

Are you religious? Cause you are the answers to all my prayers.

It’s my birthday! How about a birthday kiss? [Is it really your birthday?]
No, but how about a kiss anyway?

Do you have a bandaid? Because I just scrapped my knee falling for you.

Help, somethings wrong with my eyes - I just can’t take them off you.

I think I can die happy now, coz I’ve just seen a piece of heaven.

Is your name Gillette? ‘Cause you’re the best a man can get.

There’s just one thing your eyes haven’t told me yet….your name.

Ridzuan Hanif Saleh Paputungan

January 14th, 2007 by irving

_imej_369
aLhamduliLLah …
02 Januari 2007 ; 12 Dzulhijah 1427H ; 4.23 pm waktu peninsula.
3,2 kg ; 51 cm.
di Pusat Rawatan Islam Ar Ridzuan, Ipoh, Perak Darul Ridzuan, Malaysia.
Oleh dr. Raoofah.
BarokaLLah …

Ttg Lebaranku di 1427H

October 31st, 2006 by irving

Lebaran ni sepi ya … (disini, dimalay)
Apa karena saya berlebaran di Bandaraya ya …, karena ada yang bilang, keramaian di Bandaraya cuma sampe H-7.

Jadi inget taushiyahnya Ustad Didik P masa di Jogja …
" Idul Firtri itu kan ‘libur’nya kan cuma sehari, cm pas 1 syawal doang, beza dgn Idul Adha yang dikasih ‘libur’ ma ALLAH 4 hari, dari 10 - 14 Zulhijah. Tp kenapa hebohnya cuma yg sehari itu ya … mbok ya kaya orang madura, mereka pada mudik pas libur yg 4 itu … "

Kalo dipikir emang bener jg, tp masalahnya, pola hidup kita sudah terbentuk semacam itu, Lebaran ya identik dgn pulang kampung, ketemu sanak sodara dll, maap-maapan dsb. Jadinya ya gini ni, tanggal merahnya dibuat 2 hari, ngeliburnya penginnya lama …. Padahal udah disiapin ma ALLAH libur yang lebih lama, tp kok gak milih pas itu ya ??

Kalo dikembalikan ke sejarah Islam, (setau saya), gak ada sejarah yang heboh bgt pas tgl 1 syawal. Beza dgn 10 Zulhijah, tul gak. Tp kenapa pas 1 syawal jd heboh. Ada yang bilang : ‘Hari Kemenangan setelah sebulan melawan hawa nafsu’. Saye jd Suuzon lg ni, jangan-jangan mereka yang cakap macam tu, merasa pas puasa ramadhan adalah sebuah siksaan ya ?? lalu pas lebaran serasa merdeka !! Ada jg yang cakap : ‘Dosa kita telah bersih, mari kita rayakan ini’. Iya ke? Jd inget para sahabat yang walo sdh lebih dari 6 bln lepas Romadhon, mereka masih memanjatkan doa spy Puasa mereka yang lalu diterima, lha ini ??

Belum lagi ttg puasa Syawal, kalo dipikir2, sebenernya puasa yang paling berat itu ya puasa syawal. Gimana gak berat, lha wong makanan didepan mata je, restoran sdh kembali buka semula jadi. Pantes ya, 6 hari diibaratkan 11 bulan puasa …

Gimana ttg Syawalan dan Halal bil Halal ? ada sindiran dari Ust Didik jg lho ttg 2 hal ini. Syawalan itu buat yang puasanya, puasa-puasaan, sehingga amalnya, amal-amalan. Sdgkan Halal bil Halal buat yang sdh kebelet pengin semuanya ‘halal’, shg jabat tangan plus sun pipi jd halal …

Wallahualam

Meredam Rasa Tersinggung

October 25th, 2006 by irving

Penulis : KH Abdullah Gymnastiar

Salah satu hal yang sering membuat energi kita terkuras adalah
timbulnya rasa ketersinggungan diri. Mulculnya perasaan ini sering
disebabkan oleh ketidaktahanan kita terhadap sikap orang lain. Ketika
tersinggung, minimal kita akan sibuk membela diri dan selanjutnya
akan memikirkan kejelekan orang lain. Hal yang paling membahayakan
dari ketersinggungan adalah habisnya amal kita. Efek yang biasa
ditimbulkan oleh rasa tersinggung adalah kemarahan. Jika kita marah,
kata-kata jadi tidak terkendali, stress meningkat, dan lainnya.
Karena itu, kegigihan kita untuk tidak tersinggung menjadi suatu
keharusan.

Apa yang menyebabkan orang tersinggung? Ketersinggungan seseorang
timbul karena menilai dirinya lebih dari kenyataan, merasa pintar,
berjasa, saleh, tampan, dan merasa sukses. Setiap kali kita menilai
diri lebih dari kenyataan bila ada yang menilai kita kurang sedikit
saja akan langsung tersinggung. Peluang tersinggung akan terbuka jika
kita salah dalam menilai diri sendiri. Karena itu, ada sesuatu yang
harus kita perbaiki, yaitu proporsional menilai diri. Teknik pertama
agar kita tidak mudah tersinggung adalah tidak menilai lebih kepada
diri kita. Misalnya, jangan banyak mengingat-ingat bahwa saya telah
berjasa, saya seorang guru, saya seorang pemimpin, saya ini orang
yang sudah berbuat. Semakin banyak kita mengaku-ngaku tentang diri
kita, akan membuat kita makin tersinggung. Ada beberapa cara yang
cukup efektif untuk meredam ketersinggungan. Pertama, belajar
melupakan. Jika kita seorang sarjana maka lupakanlah kesarjanaan
kita. Jika kita seorang direktur lupakanlah jabatan itu. Jika kita
ustadz lupakan keustadzan kita.

Jika kita seorang pimpinan lupakanlah hal itu, dan seterusnya. Anggap
semuanya ini amanah agar kita tidak tamak terhadap penghargaan. Kita
harus melatih diri untuk merasa sekadar hamba Allah yang tidak
memiliki apa-apa kecuali ilmu yang dipercikkan oleh Allah sedikit.
Kita lebih banyak tidak tahu. Kita tidak mempunyai harta sedikit pun
kecuali sepercik titipan Allah. Kita tidak mempunyai jabatan ataupun
kedudukan sedikit pun kecuali sepercik yang Allah amanahkan. Dengan
sikap seperti ini hidup kita akan lebih ringan. Semakin kita ingin
dihargai, dipuji, dan dihormati, akan kian sering kita sakit hati.
Kedua, kita harus melihat bahwa apa pun yang dilakukan orang kepada
kita akan bermanfaat jika kita dapat menyikapinya dengan tepat. Kita
tidak akan pernah rugi dengan perilaku orang kepada kita, jika bisa
menyikapinya dengan tepat.

Kita akan merugi apabila salah menyikapi kejadian, dan sebenarnya
kita tidak bisa memaksa orang lain berbuat sesuai dengan keinginan
kita. Yang bisa kita lakukan adalah memaksa diri sendiri menyikapi
orang lain dengan sikap terbaik kita. Apa pun perkataan orang lain
kepada kita, tentu itu terjadi dengan izin Allah. Anggap saja ini
episode atau ujian yang harus kita alami untuk menguji keimanan
kita. ”Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit
ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan
berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu)
Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan Innaa
lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Mereka itulah yang mendapat
keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah
orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al Baqarah: 155-157).
Ketiga, kita harus berempati.

Yaitu, mulai melihat sesuatu tidak dari sisi kita. Perhatikan kisah
seseorang yang tengah menuntun gajah dari depan dan seorang lagi
mengikutinya di belakang Gajah tersebut. Yang di depan berkata, "Oh
indah nian pemandangan sepanjang hari". Kontan ia dilempar dari
belakang karena dianggap menyindir. Sebab, sepanjang perjalanan,
orang yang di belakang hanya melihat pantat gajah. Karena itu, kita
harus belajar berempati. Jika tidak ingin mudah tersinggung, cari
seribu satu alasan untuk bisa memaklumi orang lain. Namun yang harus
diingat, berbagai alasan yang kita buat semata-mata untuk memaklumi,
bukan untuk membenarkan kesalahan, sehingga kita dapat mengendalikan
diri. Keempat, jadikan penghinaan orang lain kepada kita sebagai
ladang peningkatan kwalitas diri dan kesempatan untuk mengamalkan
sifat mulia. Yaitu, memaafkan orang yang menyakiti dan membalasnya
dengan kebaikan. Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber : http://republika.co.id

Berlapang Dada Menghadapi Kritikan

October 25th, 2006 by irving

Penulis : KH Abdullah Gymnastiar

Persepsi kita terhadap kritik akan lebih baik bila kita menanamkan
di dalam hati bahwa kritik itu penting. Sahabat, apa yang terlintas
dalam benak kita ketika mendengar orang berkata, "Saya ingin
mengkritik Anda!". Biasanya, jika seseorang mendapat perlakukan
seperti itu, ia akan bereaksi negatif. Seakan-akan kehormatan dan
harga dirinya sedang terancam. Ia menganggap kritik sebagai
penghinaan yang akan menurunkan harga diri dan mencemarkan nama
baiknya.

Maka, wajar jika reaksi yang muncul — entah itu berupa pikiran,
perasaan, maupun sikap tubuh — adalah pembelaan diri. Sulit baginya
untuk menerima semua kritikan, apalagi menikmatinya. Akan tetapi,
responsnya akan berbeda jika kita mendengar perkataan, "Saya akan
memberi kamu kripik". Spontan, kita akan senang menerimanya. Wajah
menjadi cerah. Riang rasanya perasaan karena membayangkan akan
diberi kripik yang lezat.

Di sinilah perbedaan kata ‘kritik’ dan ‘kripik’. Tetapi, yang
terpenting bukan itu. Hal terpenting adalah mengapa kita sampai
memunculkan sikap berbeda ketika mendengar dua kata itu? Untuk yang
pertama, kita cenderung sungkan menerimanya. Sementara untuk yang
kedua, kita malah sering mencarinya. Sebenarnya, masalah kritik dan
kripik bisa sama kalau persepsi kita tentang kritik itu kita benahi;
bila kata-kata kritik menjadi bagian keseharian yang kita nikmati.
Lebih dari itu, kita juga butuh ilmunya sehingga kritik ini menjadi
sesuatu yang berarti dan layak kita akrabi.

Dalam menerima kritik, kita memerlukan beberapa trik, sehingga kita
bisa menerima kritik tersebut sebagai sarana membangun kemuliaan.
Bagaimana caranya? Pertama, rindukanlah kritik dan nasihat tersebut.
Selayaknya, kita bisa memposisikan diri menjadi orang yang rindu
dikoreksi, dan rindu dinasihati. Seperti rindunya kita melihat
cermin agar penampilan kita selalu bagus. Persepsi kita terhadap
kritik akan lebih baik bila kita menanamkan di dalam hati bahwa
kritik itu penting. Kritik adalah kunci kesuksesan dan kemajuan,
kritik akan membuka prestasi, derajat, dan kedudukan yang lebih baik.

Kedua, cari dan bertanyalah. Belajarlah bertanya kepada orang lain
dan nikmati saran-saran yang mereka lontarkan. Milikilah teman yang
mau dengan jujur untuk saling mengoreksi. Tanyalah kekurangan diri
pada orang-orang yang dekat dengan kita. Percayalah, semua itu tidak
akan mengurangi kemuliaan. Ketiga, nikmati kritik. Persiapkan diri
untuk menerima kenyataan bahwa koreksi itu tidak selalu harus sesuai
dengan keinginan kita. Ada kalanya isinya benar, namun caranya
salah. Tidak ada yang rugi dengan dikoreksi. Jadi, kalau ada yang
mengkritik, usahakan untuk tidak berkomentar. Jangan memotong
pembicaraan. Apalagi membantahnya. Belajarlah untuk diam dan menjadi
pendengar yang baik.

Keempat, syukurilah. Jangan melempar komentar apapun kecuali ucapan
terimakasih yang tulus kepada si pemberi kritik. Tampakkanlah raut
muka yang sungguh-sungguh dan penuh perhatian. Sertakan namanya
dalam doa-doa kita, terutama bila kita ingat akan kebaikan-kebaikan
yang pernah ia berikan. Kelima, evaluasi diri. Jujurlah kepada diri
sendiri ketika menerima kritik. Jangan sibuk menyalahkan pengkritik,
atau mencari kambing hitam dengan menyalahkan orang lain.

Keenam, perbaiki diri. Buatlah program perbaikan dengan sungguh-
sungguh. Jadikan program tersebut sebagai ungkapan rasa syukur
terhadap kritik yang datang. Mintalah kepada Allah, sebab perubahan
hanya terjadi dengan izin dan kekuasaan Dia. Ketujuh, balas budi.
Jangan lupa untuk mengirimkan tanda terima kasih. Bisa berupa barang
berharga, makanan, sepucuk surat, atau-minimal-informasi kepada yang
mengkritik bahwa kita berterima kasih atas kebaikannya. Selamat
menikmati kritik. Wallahu a’lam.

Sumber : http://republika.co.id

Menuju Umat Bersatu

October 25th, 2006 by irving

Penulis : KH Abdullah Gymnastiar

Segala sesuatu itu ibda’ binafsih, dimulai dari diri kita. Kalau kita
hanya sibuk menuntut, maka itulah yang membuat kita tidak bisa
berbuat banyak.

Nikmat bisa merasakan hidup bersama dengan sesama manusia itu indah.
Karena ternyata banyak orang yang hidup dengan manusia bukannya indah
tapi malah nestapa. Tentu bukan salah orang lain semata, tapi yang
paling penting kita mulai berpikir mengapa kok bergaul dengan orang
lain tidak seindah semestinya.

Guru kami, KH Khoer Affandi, pimpinan Pesantren Manonjaya, pernah
bersyair, "Anu potong jang-jang jangkrik. Anu semplak suku jangkrik,
anu ngajerit suku jangkrik, anu paeh jangkrik, anu surak nu
ngadukennana. (Yang patah umat Islam, yang remuk umat Islam, yang
sakit umat Islam, yang bersorak yang mengadukannya)".

Sama halnya dengan bangsa kita, sebagai negara yang umat Islamnya
terbanyak di dunia, alamnya kaya, luas, maka kalau kita maju pasti
ada orang yang tidak suka bagi yang hatinya kotor. Sebetulnya kita
sengsara bukan karena hebatnya orang lain. Mereka memperlakukan kita,
karena kita sendiri lemah. Maka dari pada sibuk memikirkan orang lain
yang zhalim, lebih baik kita pikirkan bagaimana menjadi komponen yang
bersatu. Beberapa kiat berikut mudah-mudahan dapat menjadi bahan
renungan dalam mempersatukan umat.


Pertama, latihan berbeda pendapat.
Kita lihat sebuah masjid yang
begitu indah, kokoh dan megah. Penyebab pertama adalah karena bahan
yang digunakan berbeda-beda. Ada semen, ada batu, bata, pasir, air,
dan ada beton. Sayangnya, umat Islam belum terbiasa dengan beda-beda.
Kita kalau berbeda pendapat itu dianggap musuh. Sahabatku, kita butuh
pendapat yang berbeda supaya wawasan kita bertambah, serta bisa
mengukur pendapat kita benar atau tidaknya. Kita pun butuh pendapat
yang berbeda supaya kita makin kokoh dan makin kuat.

Wajar ketika anak berbeda pendapat dengan orang tua. Yang harus kita
perhatikan adalah etikanya. Tidak mungkin orang tua sama dengan anak
karena ukurannya beda. Sehingga orangtua harus siap berbeda pendapat
dengan anak. Yang penting tujuannya sama. Kita jangan sampai
terjebak. Berbeda pendapat bukan tanda permusuhan. Beda pendapat
adalah wahana saling melengkapi.


Kedua, jangan suka menonjolkan diri.
Wa’tashimu bihablillahi jami’a
wala tafarraqu, untuk diakui jasa itu tidak usaha selalu kelihatan.
Terkadang, kita ingin terlihat paling menonjol, paling hebat, dan
paling penting. Kalau kita saling menonjolkan diri maka tidak akan
bisa bersatu. Kita harus siap menerima kenyataan bahwa Islam itu
begitu hebat dan begitu dahsyat. Diciptakan oleh Allah dari Nabi Adam
sampai kiamat nanti, disempurnakan oleh risalah Rasulullah SAW. Itu
mencakup peradaban dari zaman dulu, modern, hingga postmodern. Mana
mungkin muat dalam kepala kita yang baru belajar Islam kemarin sore?

Maka, belajarlah untuk tidak harus menonjolkan diri. Kalau mau
berjuang jadilah seperti besi beton dia tidak kelihatan tapi dia
menguatkan, hasilnya semua orang mengakui. Orang ikhlas itu pandai
menyembunyikan kebaikannya sebagaimana menyembunyikan keburukannya.
Imam Ali mengatakan, "Orang yang ikhlas maka sekecil apa pun
kebaikannya, Allah yang membesar-besarkannya. Tapi orang yang riya
dan pamer maka dia akan dihinakan oleh Allah dengan pamernya".


Ketiga, jangan meremehkan orang lain.
Kita tidak bisa berbuat apa pun
tanpa orang lain. Persatuan kita hanya akan teguh kalau budaya
menghina itu sudah hilang pada diri kita. Daripada capek karena
menghina orang lain lebih baik banyak berbuat memperbaiki orang lain,
itu lebih menyelesaikan masalah. Karena kalau banyak omong maka
omongan itu akan kembali kepada diri kita sendiri. Mulai sekarang
berhentilah meremehkan orang lain. Karena pendek bikinan Allah, sipit
bikinan Allah, makin tidak capek kita menghina makin gampang kita
bersilaturahmi.


Keempat, mulai menuntut diri sendiri.
Yang namanya ukhuwah tidak bisa
didapat dengan menuntut orang lain. Persatuan itu syaratnya menuntut
diri. Segala sesuatu itu ibda’ binafsih, dimulai dari diri kita.
Kalau kita hanya sibuk menuntut, maka itulah yang membuat kita tidak
bisa berbuat banyak. Tuntutlah diri. Orang yang terlalu sibuk
menuntut orang lain berbuat sesuatu, maka dialah yang binasa karena
tuntutannya sendiri. Dalam situasi seperti sekarang, kita harus
berbuat, berbuat dan berbuat karena itu yang akan kita dapatkan.
Wallahu a’lam.

Sumber : http://republika.co.id

Jangan Sepelekan Orang Berdosa

October 25th, 2006 by irving

Penulis : KH Abdullah Gymnastiar

Kemaksiatan yang menimbulkan rasa rendah hati dan harapan (akan
rahmat dan kasih sayang Allah) lebih baik daripada taat yang
membangkitkan rasa mulia diri dan keangkuhan. (Ibnu Atha’ilah).

Pada masa lampau, ada seorang ‘abid (ahli ibadah) dari kalangan Bani
Israil. Tak berlalu sedikit pun kecuali ia isi dengan taqarrub kepada
Allah. Karena kesalehannya, Allah SWT selalu melindunginya. Ke mana
pun ia pergi, awan-awan akan bergerak melindungi dari sengatan sinar
matahari, sehingga badannya tidak kepanasan.

Suatu hari, Allah SWT mempertemukan ahli ibadah ini dengan seorang
wanita pelacur. Saat melihat sang ‘abid, timbul dalam hati pelacur
ini keinginan untuk bertobat. Ia mendekati ‘abid ini dengan harapan
agar ia sudi memintakan ampun kepada Allah. Namun apa yang terjadi?
Saat pelacur itu mendekat, timbullah rasa jijik dalam hati
sang ‘abid. Dengan kata-kata menyakitkan, ia mengusir pelacur
tersebut untuk menjauh darinya. Ia merasa dirinya suci dan takut
kesuciannya ternoda oleh seorang pelacur rendahan.

Rasulullah SAW menceritakan akhir kisah ini bahwa Allah mengampuni
seluruh dosa pelacur itu dan mencabut keistimewaan sang ‘abid serta
membatalkan smeua amal yang pernah dilakukannya. Allah pun
menghinakannya. Sampai-sampai seorang laki-laki berani menginjak
tengkuk ahli ibadah ini saat ia tengah bersujud di tempat tafakurnya.

Ibnu Atha’ilah dalam kitab Hikam mengomentari kisah ini,
Sesungguhnya, kemaksiatan yang menimbulkan rasa rendah hati dan
harapan (akan rahmat dan kasih sayang Allah) lebih baik daripada taat
yang membangkitkan rasa mulia diri dan keangkuhan.

Saudaraku, tidak ada manusia sempurna di dunia ini, selain Rasulullah
SAW. Semulia dan setinggi apa pun derajat seseorang, pasti ia pernah
melakukan dosa dan kesalahan. Karena itu, tidak pantas bagi kita
menghina dan merendahkan orang karena kesalahan dan dosa-dosa yang
pernah dilakukannya. Ketahuilah, saat kita menghina dan merendahkan
mereka, sebenarnya saat itu pula kita telah merendahkan dan
menginakan diri kita sendiri. Kecuali terhadap orang-orang yang
memang telah direndahkan Allah.

Hakikatnya, selain dengan amal ibadah, Allah pun bisa mengangkat
derajat seseorang karena dosa-dosanya. Bagaimana mungkin? Saat
seseorang berdosa dan menyesali dosa-dosa yang dilakukannya, kemudian
terus-menerus meminta ampun kepada Allah, ia pun gigih menjauhi dosa,
serta berusaha menebus dosa-dosa tersebut dengan kebaikan, maka
yakinlah, saat itu pula Allah SWT akan mengangkat derajatnya.
Difirmankan, Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah
dengan tobat yang sebenar-benarnya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan
menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga
yang mengalir di bawahnya sungai-sungai (QS At Tahriim [66]: 8).

Saudaraku, jangan pernah menghina dan merendahkan orang lain karena
kekurangannya. Apalagi kalau sampai membeberkannya sehingga diketahui
umum. Kita dianggap baik oleh orang, hakikatnya karena Allah masih
menutupi aib-aib kita. Jangan sampai anugerah Allah ini kita
khianati. Menurut Rasulullah SAW, saat kita gemar membuka aib orang
lain, maka Allah pun akan membukakan aib dan kekurangan kita kepada
orang lain. Na’uzubillah! Maka Jadikan diri kita sebagai kuburan bagi
aib orang lain. Saat mendengar aib saudara kita, segera kubur dan
jangan pernah kita buka, kecuali yang dibenarkan agama.

Bagaimana caranya agar kita bisa bersikap proporsional melihat diri
dan orang lain, sehingga tidak terjebak ke dalam sikap merendahkan
orang dan menganggap mulia diri? Rumus 2B2L tampaknya bisa menjadi
solusi. Apakah itu? Berani mengakui jasa dan kelebihan orang lain.
Bijak terhadap kekurangan dan kesalahan orang lain. Lihat kekurangan
diri sendiri. Serta lupakan jasa dan kebaikan diri. Wallaahu a’lam.

Sumber : http://republika.co.id

Merdeka !!!

August 22nd, 2006 by irving

Untung Gue di UTP, kangen Indonesia, tp bnyk anak2 muda disini.
Semalem kita ngumpul bareng, memperingati Dirgahayu Indonesia.
Ya ALLAH lindungi Indonesia …
Pas Nyanyi Indonesia PUsaka, kenapa mata ini jadi berair yaaa …
Makasih for all my friends at UTP
Undergraduate, MSc, PhD … Nice to ride this world with U.
My Wife … I Miss U. SyafakiLLah …

My First Step in this season

August 15th, 2006 by irving

aLhamduliLLah …
Pertama gabung ke Kumpulan Kawan-kawan bermain Badminton,
(Kebetulan) Menang euyyy, First Place.
Untung punya duet yg sip ;p
Anaknye Pak Adhi Susanto …

28 Hari di Tanah Jiran

August 11th, 2006 by irving

Di Bulan Rajab ini … beberapa kejadian, kok ya … hiks. (help me ALLAH)
aLhamduliLLah, udah pindahan ke rumah sewa. Greatful to Mas Agung, Bang Askar, Pak Wawan, Intan, Hanis, Azuwa, Aisah, Kak Yati, Kak Halimah. Doakan lancar semua.
Riset oh riset … nasibmu kini … DEADLINE dab !!!
Done with my first week at the class. ‘Argo’nya taksi udah jalan euyyy.
Prepare for my PROTON TIARA.
Persiapan 17 agustusan jg.

"ALLAHu AKBAR Libanon+Palestine !!!!"
"Amerika tu skrg lg colaps, mereka cm punya dollar !!! boikot product mereka", kata Tun Mahatir M.